BOLAPELANGI | PELANGIGOAL

BOLAPELANGI.NET SITUS BETTING BOLA ONLINE TERPERCAYA DAN TERBAIK SE-ASIA
  • Bolapelangi.NET

    Situs Betting BOLA aman dan terpercaya se-ASIA

  • Pelangibola.COM

    Situs Betting BOLA dengan pelayanan terbaik se-ASIA

  • PelangiGOAL.com

    Situs Dengan GAME paling lengkap di ASIA

Sunday, January 27, 2019

Makna Tahun Baru Imlek (Sincia)



PelangiGoal.com - Kita sering mendengar, mengucapkan dan membaca kata IMLEK. Konotasi kata Imlek adalah Chinese New Year, betul? Sebenarnya apa sih arti Imlek itu?

Kata Imlek adalah bunyi dialek Hokkian yang berasal dari kata Yin Li (阴历, baca: IN LI) yang berarti “penanggalan bulan” alias lunar calendar. Penanggalan China berdasarkan peredaran bulan di tata surya sehingga disebut dengan Yin Li. Sementara penanggalan yang kita kenal sekarang, dan dipakai luas seluruh dunia disebut dengan Yang Li (阳历) di dalam bahasa Mandarin, artinya adalah “penanggalan matahari”.

Imlek dikenal juga dengan Nong Li (农历, bacanya: nung li), yang artinya “penanggalan petani”, di mana hal ini bisa dimaklumi, sebagian besar orang jaman dulu adalah bertani. Para petani tsb mengandalkan kemampuan mereka membaca alam, pergerakan bintang, bulan dan benda angkasa yang lain untuk bercocok tanam. Apalagi di China yang 4 musim, perhitungan tepat dan presisi harus handal untuk mendapatkan pangan yang cukup.

Perayaan Chinese New Year sebenarnya adalah perayaan menyambut musim semi yang disebut dengan Chun Jie (春节, baca: juen cie), yang artinya “menyambut musim semi”. Musim semi disambut dengan sukacita karena musim dingin akan segera berlalu dan tibalah saat para petani untuk menanam lagi. Tanaman pangan terutama padi (China selatan) dan kebanyakan gandum (China utara) serta tanaman pertanian lainnya. Karena mengandalkan alam untuk kehidupan mereka, menyambut datangnya musim semi merupakan keharusan yang dirayakan dengan meriah.

Perayaan ini mulai dikenal di jaman Dinasti Xia (夏潮, sering ditulis Hsia juga, 2205 – 1766 SM). Setelah dinasti Xia runtuh, penanggalan Imlek selalu berubah sesuai dengan kemauan dinasti yang berkuasa. Biasa diambil adalah waktu berdirinya dinasti tsb. Baru pada masa Dinasti Han (206 SM – 220 M), penanggalan semua dari Dinasti Xia diresmikan sampai sekarang dan tahun kelahiran Khonghucu ditetapkan sebagai tahun pertama.

Namun saat ini di China sendiri penulisan tahun yang berdasarkan tahun kelahiran Khonghucu sudah tidak umum lagi. Misalnya Imlek tahun ini adalah tahun 2562, sudah tidak lazim lagi, tahun yang ditulis biasanya tahun 2011 saja.

Sementara itu, Taiwan juga memiliki standard penulisan tahun sendiri, yang dimulai dengan titik awal 1911 sebagai tahun nol, jadi tahun 2011 bisa jadi ditulis tahun 2000. Tahun 1911 adalah tahun berdirinya Republic of China setelah dinasti terakhir, yaitu Dinasti Qing runtuh.

Rangkaian Perayaan Imlek

Rangkaian perayaan Imlek dimulai dari seminggu sebelum Imlek, diakhiri dengan Cap Go Meh merupakan rangkaian turun temurun yang tidak banyak lagi generasi sekarang yang mengenal urutan dan artinya. Sementara generasi saya lebih parah lagi, karena berangusan Orde Baru, sehingga lebih buta masalah ini.

Tulisan ini hasil mendalami beberapa literatur, internet searching, penuturan almarhum orang tua, tulisan-tulisan tangan Papa, dan interview sekedarnya dari para tukang masak sembahyangan di Semarang.

Tukang masak sembahyangan ini biasanya kisaran umur 50 tahun ke atas dan mewarisi keahlian memasak dan kisah serta cerita di dalamnya turun temurun. Biasa mereka menerima pesanan dari keluarga-keluarga Tionghoa yang sudah tidak mengerti urutan dan tata cara segala macam perayaan, sembahyangan atau peringatan.

Imlek, Cap Go Meh, sembahyang ronde, sembahyang bakcang, cengbeng dsb, memiliki aturan dan tata cara yang sarat arti dan makna.

Pertama

Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek – tepatnya pada tengah malam menjelang tanggal 24 bulan 12 Imlek (Cap Ji Gwee / Ji Si) dimulailah rangkaian pertama sembahyangan Tahun Baru Imlek atau kerap disebut Sin Cia yaitu Persembahyangan Toapekong Naik – lazim juga disebut sebagai Sembahyang Couw Kun Kong (灶君公, Zao Jun Gong, Dewa Dapur). Sembahyangan ini adalah prosesi mengantar Dewa Dapur untuk kembali ke Istana Giok dari Kekaisaran Langit untuk melaporkan segala tingkah laku manusia penghuni rumah itu kepada Kaisar Langit. Kaisar Langit dalam kisah cerita klasik Tiongkok di Indonesia dikenal dengan nama Giok Hong Siang Tee atau Yu Huang Shang Di atau Yu Huang Da Di (玉皇上帝 atau 玉皇大帝 baca: Ie Huang Shang Ti atau Ie Huang Ta Ti).

Dalam masyarakat pada umumnya, inti dari sebuah rumah atau sebuah keluarga adalah dapur, di mana kegiatan makan, minum, memasak, berinteraksi antara anggota keluarga, bahkan bersantai kadang dilakukan di dapur juga. Apalagi keluarga dan rumah modern sekarang, dengan design dapur yang cozy dan nyaman, akan membuat dapur menjadi sentral interaksi anggota keluarga. Dewa Dapur merupakan ‘penjaga’ rumah yang paling penting. Dalam tradisi, dipercaya semua hal, jelek – baik, akan didengar dan dicatat semua oleh Dewa Dapur dan menjelang akhir tahun akan dibawa ke ‘sidang kabinet’ Kekaisaran Langit dan merupakan ‘annual report’ masing-masing keluarga.

Kedua

Rangkaian kedua adalah sehari sebelum Sincia, tepatnya tanggal 30 bulan 12 Imlek, kembali diadakan upacara sembahyangan yang dikenal sebagai upacara Sembahyang Tutup Tahun. Sembahyangan ini khusus diadakan untuk menghormati dan memuliakan leluhur, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ungkapan rasa Bakti (孝, Xiao, baca: siau, Hokkian: Hauw) anak terhadap Orang Tua / Leluhur.

Upacara ini merupakan wujud dari pelaksanaan ajaran moral Confusius yang bersifat humanis religius dan yang berakar kuat pada penekanan konsep bakti atau disebut xiao, dalam bahasa Inggris disebut juga filial piety. Malam ini sering disebut juga dengan Da Nian Ye (大年夜, dapat diterjemahkan secara harafiah menjadi ‘new year’s eve). Orang Hokkian di Medan menyebut dengan ‘sa cap me’ artinya adalah ‘malam tanggal 30′.

Pada malam ini kebanyakan keluarga melek semalam suntuk sampai pagi untuk menyambut tahun baru, menyalakan petasan dan kembang api untuk mengusir ‘nian’ mahluk jahat yang menurut legenda hobby makan manusia. Suara keras petasan dipercaya menakuti si nian tadi. Sekarang makin melenceng untuk sekedar keramaian dan dipercaya mengusir roh jahat. Di Indonesia, 5 tahun belakangan, setelah IBC (Indonesian Born Chinese) diperbolehkan lagi merayakan dan malah sekarang menjadi hari libur resmi nasional, makin tahun makin seru dan ramai orang menyalakan kembang api dan petasan.

Di China setahu saya, 2 malam sebelum tanggal 30 bulan 12, ada yang disebut dengan ‘xiao nian ye’ (小年夜, baca: siau nien ye) yang artinya kurang lebih adalah ‘small new year’s eve’. Yang sudah mulai dirayakan, dengan makan bersama keluarga besar, sambil menantikan segenap sanak famili berkumpul lengkap. Biasa sanak saudara yang dari jauh akan berdatangan hampir secara serentak di 2 hari sebelum Sincia. Tentu saja makan-makan sudah menjadi acara wajib. Di saat-saat seperti ini, makanan biasa tidak berhenti mengalir, yang diiringi tentu saja dengan bir, wine atau minuman beralkohol lain guna melawan dingin di tengah musim dingin yang menggigit.

Ketiga

Rangkaian ketiga adalah tepat di hari Sincia, yaitu yang disebut Cia Gwee Che It/Zheng Yue Chu Yi (正月初一, tanggal 1 bulan 1. Seluruh anggota keluarga bangun pagi, mandi (tidak yakin tapi kalo di China dalam suasana musim dingin…hehehe….), mengenakan pakaian baru, dan siap-siap sembahyang. Yang masih memiliki meja abu dan sembahyangan di rumah, mereka akan bersembahyang kepada para leluhur lebih dulu dan kemudian akan melakukan ‘bai nian’ (拜年, baca: pai nien), yaitu mengucapkan selamat tahun baru dimulai kepada yang paling tua dan berjenjang ke yang paling muda.

Jaman dulu, para kakek nenek buyut (mak-co, kong-co) yang berumur panjang akan menjadi pertama yang menerima ucapan selamat tahun baru dengan pai-pai, yaitu 2 tangan terkepal, diikuti dengan kepada kakek nenek, papa mama, paman bibi, kakak, sepupu yang lebih tua, dst.

Biasanya pemberian angpau (红包, hongbao, artinya ‘amplop merah’) dilakukan di acara bai nian ini. Pemberian angpau dilakukan oleh yang lebih tua ke yang lebih muda, atau yang belum menikah. Sehingga misalkan pasangan muda yang sudah menikah melakukan bai nian kepada paman dan bibi mereka, biasanya mereka sudah ‘tidak berhak’ mendapatkan angpau lagi.

Mengenai pai-pai, sikap 2 tangan terkepal, kadang masih terjadi perdebatan sebenarnya tangan mana yang di atas menangkup tangan yang lain. Yang benar adalah tangan kiri menangkup tangan kanan, dengan arti tangan kanan adalah tangan yang (biasanya) aktif. Pada saat-saat penting seperti bai nian tadi, kita sebagai yang lebih muda diharapkan untuk menundukkan kepala untuk humble barang sejenak menghargai orang yang lebih tua dan menghargai orang lain dengan menangkup tangan kiri untuk ‘menutup keangkuhan’ tangan kanan. Secara singkat, sikap pai-pai tsb adalah sikap sederhana, menundukkan dan introspeksi sesaat serta menghormat.

Walaupun demikian, masih banyak kontroversi seputar tangan mana yang menangkup. Silakan perhatikan sikap tangan masing-masing hayoooo…..hehehe…..jangan kuatir, bahkan jika anda semua tangan kanan yang menangkup tangan kiri dan merasa nyaman dengan itu, ya silakan saja, tidak ada yang melarang ataupun menghukum karena terbalik. Tulisan ini sekedar menuangkan apa yang pernah saya dengar, pernah orangtua saya menceritakan arti dari sikap pai-pai itu.

Di hari ini juga, setelah bai nian di rumah masing-masing, kemudian akan diikuti dengan kunjungan ke rumah-rumah saudara. Jika mempunyai paman dan bibi yang bejibun banyaknya, sesuai adat istiadat, kunjungan harus dilakukan dimulai dari yang paling tua ke yang paling muda. Di acara inilah biasa anak-anak sampai dengan awal remaja paling menikmati….apa itu…tentu saja angpau dan makanan enak. Angpau jelas berarti uang saku bertambah, kantong dan dompet bertambah tebal, serta makanan enak baik itu cemilan, kue, biskuit atau makan besarnya.

Mengenai ucapan yang menyertainya, bisa berbagai macam, misalnya: gong xi fa cai (恭喜发财, baca: kung si fa jai), xin nian kuai le (新年快乐, baca: sin nien guai le), atau wan shi ru yi (万事如意, baca: wan se ru ie), atau di Indonesia lebih sering terdengar kiong hie, kiong hie, sin cun kiong hie, thiam hok thiam siu (添福添壽) Pengaruh dialek Hokkian sangat kental di sini, artinya kurang lebih sama, kiong hie adalah dari gong xi, sementara sin cun kiong hie adalah dari xin chun gong xi, thiam hok thiam siu dari tian fu tian xiu. Artinya berturut-turut adalah:

Gong xi fa cai: wish you prosperity Xin nian kuai le: happy new year Wan shi ru yi: tens of thousands matters will be accomplished/fulfilled/achieved Xin chun gong xi: happy spring festival (kurang pas di Indonesia) Thiam hok thiam siu: banyak rejeki dan panjang umur.

Di samping itu masih terjadi kesalahkaprahan di Indonesia, yaitu: gong xi fat choi atau gong xi fat chai, ini kesalahan yang paling banyak, bahkan terjadi secara serempak, terpampang di billboard di jalan-jalan, di surat kabar dan media lainnya. Kerancuan dialek Hokkian dengan dialek Konghu (Cantonese) terjadi di sini. Dalam dialek Cantonese, bunyinya memang jadi: kung hei fat choi, terjadilah kerancuan dan tumpang tindih menjadi gong xi fat choi….Selain ucapan-ucapan di atas masih banyak lagi ucapan yang artinya positif dan baik.

Keempat

Hari ke 5 bulan pertama atau yang disebut Cia Gwee Cee Go (Zheng Yue Chu Wu, 正月初五), merupakan sembahyangan Toapekong turun kembali ke bumi. Setelah naik ke langit untuk melaporkan segala sesuatu tentang kehidupan di bumi, Dewa Dapur kembali bertugas di bumi. Dipercaya saat inilah rejeki dan berkah yang dibawa serta dari Sang Kaisar Langit akan tercurah ke umat manusia. Ditambah pula turunnya Cai Shen (财神) atau dewa kekayaan yang sudah mendapat tugas untuk memberikan ganjaran dan kekayaan kepada umat manusia.

Sembahyangan ini sudah jarang diketahui oleh generasi sekarang ini, dan juga sudah jarang dilakukan di rumah-rumah, bahkan di dalam keluarga yang masih kuat tata cara dan adat istiadat juga sudah jarang dilakukan. Perayaan utama biasanya adalah new year’s eve dan cap go meh saja.

Kelima

Puncak dari rangkaian Upacara Sin Cia jatuh pada tanggal 9 bulan 1 Imlek (Cia Gwee Ce Kao/Zheng Yue Chu Jiu, 正月初九). Pada hari ini ada satu upacara besar yang disebut Persembahyangan King Ti Kong (Persembahyangan Kepada Tuhan Yang Maha Besar). Sejak dahulu, di kalangan orang Tionghoa (tertentu), pada malam menjelang tibanya tanggal 9 bulan 1 Imlek ini, diadakan persembahyangan kepada Ti Kong / Thian / Tuhan secara khusus. Kata King Ti Kong sendiri adalah dialek Hokkian dari kata Jing Tian Gong (敬天公), yang artinya “menghormati Tuhan Yang Esa/Maha Besar”.

Sembahyang Tebu

Tebu melambangkan banyak hal, di antaranya: manis, simbol keberuntungan, kemakmuran, dsb, kemudian dari bentuk yang berbuku-buku, tegak lurus, dari bawah sampai atas, secara filosofi adalah untuk meraih kesuksesan, manusia harus melalui jenjang kehidupan yang dilambangkan buku-buku tebu tadi. Dan ada juga cerita bahwa sembahyang tebu ini hanya dilakukan oleh orang Hokkian, di mana kebetulan Hokkian di Indonesia menempati porsi yang cukup besar dibanding dari provinsi lain (Khek, Tiociu, dsb).

Konon, dulu di salah satu masa peperangan, sekelompok orang Hokkian dikejar para serdadu sehingga terpaksa lari dan bersembunyi di hamparan kebun tebu. Bahkan mereka harus melewatkan malam Sincia dan hari pertama Sincia yang seharusnya di rumah bersama sanak keluarga, ini malah di tengah kebun tebu. Selama bersembunyi itu, tebu-tebu itulah yang menjadi sandaran utama untuk makanan di tengah peperangan. Manisnya sari tebu menjadikan mereka tetap kuat dan bersemangat. Baru di menjelang hari ke 8 dan ke 9 musuh pergi dan keluarlah mereka dari hamparan perkebunan tebu.

Pohon Tebu

Untuk mengucap syukur, spontan mereka memotong beberapa batang tebu utuh dengan daunnya, dan bersembahyang kepada Ti Kong (Tuhan) di tempat itu juga. Dan karena tanggal tsb adalah tanggal 9 bulan pertama, dipotonglah 9 potong tebu untuk disajikan dalam sembahyang syukur itu. Di samping itu, angka 9 sendiri dalam dialek Hokkian bunyinya adalah Kao (sering juga ditulis Kau), kalau dalam bahasa Mandarin bunyi kao dituliskan dengan gao yang artinya adalah tinggi. Dalam hitungan, dalam bilangan manapun, angka 9 adalah yang tertinggi untuk a single digit number, dan diharapkan seluruh keluarga juga akan mencapai kesuksesan yang tertinggi.

Upacara di hari ke 9 ini dilakukan oleh seluruh anggota keluarga yang didahului dengan pantang daging atau dalam dialek Hokkian disebut ciak cay (makan sayur), tepat setelah hari ke 3, biasanya seluruh anggota keluarga yang berminat untuk ikut sembahyangan King Ti Kong akan berpantang makan daging dari hari ke 4 sampai hari ke 9. Pagi hari di hari ke 9, sembahyangan dimulai oleh anggota keluarga tertua (kakek) atau kepala keluarga (suami, ayah). Sembahyangan King Ti Kong dipandang terpenting dalam rangkaian upacara Sincia karena merupakan kunci dan penentu semua langkah kehidupan bagi seluruh anggota keluarga di tahun berjalan.

Keenam

Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie adalah salah satu hari raya tradisional Tiongkok yang sangat penting. Yuanxiao Jie ini di peringati pada hari pertama bulan purnama di tahun baru (lunar calendar). Dengan berlangsungnya Yuan Xiaojie, maka berakhirlah seluruh rangkaian perayaan tahun baru Imlek.

Yuan Xiaojie, berasal dari kata ‘yuan’ yang artinya pertama, ‘xiao’ adalah sebutan malam oleh orang-orang jaman dulu, sedangkan ‘jie’ artinya adalah hari raya atau festival. Seringkali juga disebut Shang Yuanjie.

Di masa lalu, perayaan Yuan Xiaojie ini selalu ditandai dengan pemasangan lampion, makan ronde/yuanxiao, main tebak-tebakan, ke luar rumah untuk melihat bulan, dan makan bersama seluruh anggota keluarga.

Yuan Xiaojie sudah dilaksanakan di Tiongkok sejak 2000 tahun yang lalu. Ada beberapa versi seputar sejarah Yuan Xiaojie. Yang pertama yaitu pada masa pemerintahan Raja Mingdi yang saat itu mulai tertarik dengan ajaran Buddha. Raja mendengar bahwa dalam agama Buddha setiap malam bulan purnama adalah malam penghormatan terhadap Sang Buddha. Salah satu cara untuk menghormati Sang Buddha adalah dengan memasang lampion. Maka diapun memerintahkan setiap keluarga untuk memasang lampion di rumah masing-masing setiap malam bulan purnama.

Pada masa pemerintahan Raja Hanwen, ditetapkan bahwa pemasangan lampion cukup dilakukan di malam purnama di bulan pertama saja. Karena malam purnama pertama di tahun baru ini sebagai suatu lambing keoptimisan, menyongsong hari depan yang lebih baik.

Versi kedua, bahwa tradisi pemasangan lampion ini berasal dari Daoism, yaitu ajaran tentang ‘3 unsur utama’, yaitu malam purnama di bulan pertama merupakan bulan naik yang melambangkan unsur ketuhanan, purnama di bulan ke-7 adalah bulan pertengahan yang melambangkan unsur bumi, dan purnama di bulan ke-10 merupakan bulan turun yang mewakili unsur kemanusiaan. Oleh sebab itu di setiap purnama di 3 waktu itu harus memasang lampion. Maksudnya untuk menghormati ketiga unsur terpenting itu.

Seiring dengan perkembangan jaman, Yuan Xiaojie mengalami perubahan. Pada dinasti Han cukup menggantung lampion selama 1 hari, masuk dinasti Tang diperpanjang menjadi 3 hari, kemudian pada dinasti Song menjadi 5 hari, sampai masuk dinasti Ming pemasangan lampion dimulai sejak hari ke-8 (lunar calendar) sampai hari ke-17 (10 hari). Beragam bentuk lampion digantung di setiap sudut kota maupun rumah-rumah penduduk. Tidak hanya lampion, berbagai kegiatan lain pun diselenggarakan. Bahkan pada dinasti Qing ditambah dengan tarian Naga, Barongsai, dan kegiatan lainnya. Jadilah hari raya ini semakin meriah.

Yang paling menarik dan paling ditunggu-tunggu muda-mudi adalah acara tebak-tebakan. Setiap orang membawa satu lampion dan di lampion itu sudah ditempeli dengan kertas yang berisi teka-teki (biasanya 4 huruf). Yang wanita memberikan tebakan kepada yang pria dan sebaliknya. Kalau masing-masing bisa menebak dengan benar, bisa langsung nge-date lho. Maksudnya untuk mencari pasangan yang tingkat kepintarannya seperti yang diinginkan si pemilik teka-teki.

Mengenai tradisi makan ronde, tak lain untuk melambangkan berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Pada Yuan Xiaojie ini semua berkumpul di rumah yang tertua untuk makan ronde yang disebut ‘tangtuan’, ‘tang’ artinya soup, sedangkan ‘tuan’ artinya berkumpul. Jadi, Yuan Xiaojie juga sangat penting karena dengan adanya hari besar ini, meski berada jauh dari sanak keluarga, diusahakan untuk pulang, berkumpul bersama.

Versi Indonesia

Sebutan Cap Go Meh sendiri lebih dikenal di Indonesia daripada di tempat mana pun di dunia. Cap Go Meh sendiri sebenarnya adalah penamaan yang salah kaprah yang mungkin sudah beratus tahun sehingga menjadi benar karena tradisi. Cap go meh artinya adalah “malam ke 15” yaitu tanggal 15 bulan pertama, yang disebut dalam dialek Hokkian “cia gwee cap go”. Perayaan ini merupakan puncak perayaan sekaligus penutup dari serangkaian perayaan Imlek. Di Indonesia sendiri, sejak dulu orang lebih kenal dengan sebutan Cap Go Meh daripada sebutan lain walaupun dalam versi aslinya.

Perayaan Cap Go Meh di kota-kota besar di Indonesia kembali marak sejak era keterbukaan 10 tahun belakangan ini. Perayaan Cap Go Meh pernah mencapai masa keemasan yang dirayakan segenap lapisan masyarakat, suku dan agama terjadi di tahun 1950-1960. Menurut penuturan Papa saya, perayaan Cap Go Meh di Semarang selalu meriah dan merupakan saat yang dinanti-nanti semua orang. Arak-arakan dari berbagai kelenteng di daerah Pecinan, akan memenuhi jalanan, beriringan dengan kemeriahan suara mercon alias petasan, tetabuhan khas atraksi barongsai dan naga, berbaur menyatu di mana-mana.

Masing-masing kota di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakan Cap Go Meh ini. Di Jawa terutama, dikenal dengan menyajikan hidangan khas lontong cap go meh. Di Medan juga lain lagi, sembahyang di kelenteng mendominasi kegiatan di malam Cap Go Meh ini.

Heboh Durian Seharga Rp 14 Juta di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya



PelangiGoal.com - Mereka yang gemar durian, tentu sedang akan tercengang mendengar ada buah berduri itu seharganya selangit. Durian bernama J-Queen itu dibanderol sebesar Rp 14 juta itu dijual di Supermarket Plaza Asia di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Durian sepeda motor itu menjadi pusat perhatian para pengunjung supermarket. Tak sedikit pengunjung yang mengadikan durian mahal tersebut.

Menurut manajer Supermarket Plaza Asia, Heriyawan Tetan, durian jenis J-queen itu merupakan jenis durian langka dan berkualitas istimewa serta jarang berbuah. Durian J-queen ini hanya berbuah tiga tahun sekali dengan hasil panen tiap pohon tak lebih dari 20 buah.

“Kehadian durian J-Queeen ini menjadi magnet tersendiri bagi kami. Banyak pengunjung yang penasaran dengan durian yang terbilang mahal itu,” kata Heriyawan.

Jika dilihat sepintas, durian J-Queen tak berbeda dengan jenis durian lainnya. Namun, jika diteliti dengan saksama, terdapat perbedaan yang bisa dilihat di antaranya durian J-queen membuat bulat yang presisi enam jalur, tidak benjol atau pun lonjong, serta dagingnya yang sangat lezat.

Durian J-Queen berbobot 4 kg-5 kg per butir itu berasal dari Kampung Bogamin, Banyumas, Jawa Tengah. Durian J-Queeen itu juga pernah menjadi pemenang di Penang Malaysia pada 2012 lalu.

“Kadar J-Queen mengalahkan kadar durian juri hitam dan durian musang king. Bahkan rasanya empat kali lipat dari rasa durian musang king. Pembelinya juga tidak sembarangan, hanya dari kalangan tertentu saja,” ungkap Heriyawan.


#AgenTerpercaya
#AgenBettingOnline
#SitusOnlineTerpercaya
#Sbobet
#BandarBola
#TaruhanBola
#AgenCasino
#AgenBola



Saturday, January 26, 2019

Sambut Imlek, Yuanita Christiani Tampil Serba Merah



PelangiGoal.com - Perayaan Tahun Baru Imlek tinggal menghitung hari. Banyak orang yang mempersiapkan dekorasinya untuk menyambut hari raya tersebut. Kalangan selebritis pun ada pula yang ikut merayakannya.

Yuanita Christiani salah satunya. Ia tampil serba merah dalam balutan setelan dari YCL, desainer pakaian di Indonesia. Dengan rambut yang dicepol, Yuanita tampil cantik sembari memegang pohon bunga sakura yang menjadi ornamen rumah tersebut.

Dalam foto tersebut, terlihat Yuanita memakai atasan merah bercorak bunga ala Tiongkok. Ia memakai outer dengan aksen benang tebal yang terlihat di pinggirnya. Sebagai dalamannya, ia memakai blus berwarna krem dengan bagian bawahnya bercorak sama seperti outer-nya.

Untuk celananya, ia pun memakai celana panjang berwarna merah. Semua pakaian tersebut ia padukan dengan sepatu hak tinggi berwarna krem dan aksesorinya.

Dalam unggahan instagramnya, presenter acara TV ini mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhirnya menerima angpao. Hal itu tertulis mengingat tanggal pernikahannya yang kian mendekat.


#AgenTerpercaya
#AgenBettingOnline
#SitusOnlineTerpercaya
#Sbobet
#BandarBola
#TaruhanBola
#AgenCasino
#AgenBola


Ibunda Ahok Sudah Percaya Sama Puput



PelangiGoal.com - Puput Nastiti Devi megaku sudah mendapat restu dari Ibunda Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok untuk menikah dengan putranya.

Hal ini disampaikan Puput saat diajak Ahok berkunjung ke rumah Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) pada Kamis (24/1/2019) malam.

"Mama (Ibu Ahok) udah percaya sama saya," ujar Puput dalam sebuah video.

Ahok mengatakan, semenjak dirinya akan menikah dengan Puput, sang Ibunda lebih sehat. "Yang pasti Mama lebih sehat, kolesterolnya di bawah 200. Jalan kaki ke mana-mana. Terus terang saya khawatir kalau Mama saya ke mana-mana," kata Ahok.

Kemudian, ketika Puput datang, sang Ibunda meminta mantan polwan itu untuk mengurus Ahok.

"Nanti kamu urus (Ahok) ya," kata Ahok menirukan Ibunda.

"Ya sudah cepet-cepat kita (menikah)," tandas Ahok.

Segera Menikahi Puput

Bebas dari penjara memang tak lantas membuat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lepas dari sorotan publik. Terlebih, Ahok disebut-sebut segera menikahi pujaan hatinya, Puput Nasti Devi. Puput merupakan mantan ajudan dari eks istri Ahok, Veronica Tan.

Cinta Ahok dan Bripda Puput sendiri bersemi ketika perempuan 22 tahun itu mengantarkan makanan ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sampai pada akhirnya, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi yang merupakan teman Ahok, mengungkapkan keduanya segera menikah pertengahan Februari 2019.

Meski sempat dibantah adik Ahok, Fifi Lety Indra Purnama, Bripda Puput hadir dalam acara syukuran keluarga dan rekan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Puput juga ikut berfoto dengan posisi mengapit calon ibu mertuanya, Buniarti Ningsing, bersama Ahok.

#AgenTerpercaya
#AgenBettingOnline
#SitusOnlineTerpercaya
#Sbobet
#BandarBola
#TaruhanBola
#AgenCasino
#AgenBola


Friday, January 25, 2019

Mengenal Sup Kaledo, Kuliner Khas Palu yang Super Besar dan Bikin Kenyang



PelangiGoal.com - Tiap daerah di Indonesia hampir semua punya kuliner khas. Misalnya saja di Palu, Donggala, dan sekitarnya di Sulawesi Tengah. Ada beragam makanan khas dari daerah yang terkena gempa dan tsunami pada September 2018 lalu.

Salah satunya adalah Sup Kaledo. Banyak yang bilang Anda belum ke Palu kalau belum menyantap kaledo. Dalam proses pembuatannya, daging melalui perebusan yang panjang, sehingga memiliki tekstur yang lebih empuk. Rasanya sedikit asam, tapi tetap gurih dan menyegarkan.

rasa asam berasal dari buah asam yang merupakan salah satu komponen pelengkap kaledo dan juga dari jeruk nipis yang dapat ditambahkan sesuka hati. Sementara kuahnya terbuat dari kaldu sup biasa tanpa tambahan santan. Bumbu kuah sangat sederhana, yaitu menggunakan garam, asam, dan cabai segar.

Salah satu restoran yang menyajukan kaledo dan dikenal luas di Palu adalah Rumah Makan Kaledo Abadi yang berlokasi di Jalan Diponegoro. "Ini restoran keluarga, sudah turun-temurun. Kita disini cuma jual Sop Kaledo saja, tidak ada menu yang lain," terang Wawan.

Menurut Wawan, Kaledo merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala, meskipun sekarang ini lebih banyak menggunakan kaki sapi. Sup kaki ini ternyata ukuran tulangnya sangat besar, dagingnya tebal dan berlimpah ditambah sumsum di bagian dalam tulang. Sebagai pelengkap, ada bawang goreng khas dan potongan paru goreng di dalam plastik kecil serta potongan jeruk nipis.

Anda juga bisa memilih menyantapnya bersama nasi atau ubi kayu rebus. Kenapa ubi?“ "ni memang sudah tradisi dari dulu. Kita di sini bukan hanya pakai nasi, tapi juga ubi untuk dimakan dengan sup kaledo. Rasanya lebih enak aja kalau dengan ubi, kita memang sudah terbiasa," terang Wawan.

Sup Kaledo terasa lebih mantap dengan taburan bawang merah goreng khas Palu. Tambahkan pula perasan jeruk nipis sesuai selera dan juga sambal bagi penyuka makanan pedas. Dan satu lagi, tersedia sedotan untuk menyeruput bagian sumsum tulang kaki sapi tersebut.

Di Warung Kaledo Abadi, seporsi Sup Kaledo dengan nasi atau ubi harganya Rp 60 ribu. Buat Anda yang tak terbiasa makan dalam porsi banyak, sebagian memesan satu porsi kuliner khas Palu ini untuk berdua.

Misteri Hilangnya 2 Batu Nisan Bersejarah Milik Leluhur Warga Trenggalek



PelangiGoal.com - Aparat Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur, tengah menyelidiki kasus hilangnya batu nisan Adipati Menaksopal. Leluhur sekaligus tokoh pertanian ini sangat dihormati warga Trenggalek sepanjang masa karena jasanya membangun dam irigasi "Bagong".

"Kasus pencurian ini menjadi atensi kami untuk segera diungkap," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi di Trenggalek, Kamis, 24 Januari 2019.

Polisi menyatakan belum ada pelaku yang berhasil ditangkap. Demikian pula dengan motifnya. Namun, Supadi memastikan polisi telah mendapat beberapa bukti petunjuk dari jejak sidik jari, bekas tapak kaki, maupun lainnya.

Insiden hilangnya batu nisan benda bersejarah itu diketahui pertama kali pada Minggu, 20 Januari 2019. Saat itu, sejumlah orang yang tergabung dalam komunitas pemerhati sejarah datang mengunjungi kompleks makam Adipati Menaksopal yang terletak di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

"Mereka yang pertama kali tahu bahwa nisan (Adipati) Menaksopal hilang," ungkap Naim, Juru Pelihara Makam Menaksopal.

Tak hanya nisan Menaksopal saja yang hilang. Nisan sang ibu Dewi Roro Amiswati juga ikut raib.

Menurut Naim, dua nisan bersejarah yang semuanya terletak di kaki dengan tulisan tanggal lahir dan meninggal atau biasa disebut "sengkolo" serta ukuran huruf Arab hilang seperti dicongkel.

Sanksi Berat

Hilangnya dua benda cagar budaya tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu malam, 19 Januari 2019, atau Minggu dini hari. Pasalnya, menurut Naim, kedua batu nisan leluhur warga Trenggalek itu masih ada saat ia pulang pada Sabtu.

Ia juga menyebut terdapat jejak sepatu yang diduga milik pelaku. Berdasarkan arah jejak kakinya, diperkirakan pelaku melompat pagar makam dari sebelah utara, kemudian masuk, dan mengambil dua batu nisan serta barang-barang tersebut.

"Saya telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Kelurahan Ngantru, hingga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Trenggalek yang kemudian diteruskan ke polisi untuk proses penyelidikannya," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Trenggalek Surjono mengatakan telah meneruskan laporan di Disbudpar Provinsi Jawa Timur (Jatim) serta Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.

"Pastinya jika pelaku tertangkap yang jelas akan terkena sanksi berat karena mencuri barang milik negara," ujarnya.

5 Tren Kecantikan Korea yang Dinilai Bakal Hype di 2019



PelangiGoal.com - Mulai dari tampilan honey skin, glass skin, cloudless skin, hingga diet skin care, rentetan tren K-Beauty meramaikan industri kecantikan pada 2018. Dari segi makeup, tak sedikit pula produk asal Korea yang digandrungi.

Berangkat dari situ, di 2019, apa kira-kira tren kecantikan asal Korea yang bakal hype? Hal ini tentu dinanti Anda yang memang suka mengadopsi Korean look di banyak kesempatan. Jadi, langsung saja kita intip yuk di bawah ini.

Sheet mask yang semakin inovatif

Melihat tren makser berbentuk lembaran ini makin meningkat dari tahun ke tahun, besar kemungkinan bahwa sheet mask akan terus berkembang pada 2019. Penggunaannya yang simpel membuat produk ini jadi pilihan anti-ribet bagi tak sedikit orang.

Kolaborasi makeup dan skin care

Menurut co-founder Glow Recipe Sarah Lee, makeup dengan kandungan skin care atau sebaliknya adalah tren kecantikan Korea yang kian merebak pada 2018. Mengingat di penghujung tahun lalu makin banyak produk yang menggabungkan skin care dan makeup, tidak heran kalau tren ini akan berlanjut di 2019.

Skin care dengan khasiat memulihkan kulit

Skin care dengan kandungan centella asiatica yang notabene berfungsi memulihkan kulit jadi sangat populer di tahun 2018. Kandungan ini dinilai ampuh mengatasi permasalahan kilit, mulai dari kemerahan, iritasi, kering, hingga jerawat. Antusias yang masih tinggi membuat tren ini dipercaya juga bakal digandungi tahun ini.

Transparansi formula

Kini, pengetahuan tentang kandungan skin care makin mudah diakses, baik melalui media sosial, blog, maupun media kecantikan. Berbekal pengetahuan akan ingredients yang baik bagi kulit, para skin care enthusiast bakal memeriksa apakah kandungannya sesuai dengan jenis kulit, serta menilik apakah penggunaannya bisa dikombinasikan bersama produk lain.

Hadir dalam tekstur unik

Produk kecantikan bertekstur unik belakangan makin marak ditemukan di pasaran. Jika dulu jenis tekstur diklasifikasi lebih umum, yakni creamy, powder, gel, dan liquid, di 2019 sepertinya akan berbeda. Mulai dari velvety, powdery, gel to water, hingga oil to water, siap memberikan pengalaman unik tahun ini.

#AgenTerpercaya
#AgenBettingOnline
#SitusOnlineTerpercaya
#Sbobet
#BandarBola
#TaruhanBola
#AgenCasino
#AgenBola